Senin, 11 Juli 2016

Resensi Film : Habibie & Ainun (2012)

Resensi Film
Habibie & Ainun




BIODATA
A.    Pemain Film:
B.  Sutradara:
     Faozan Rizal


SINOPSIS
Ini adalah kisah tentang apa yang terjadi bila kamu menemukan belahan hatimu. Kisah tentang cinta pertama dan cinta terakhir. Kisah tentang Presiden ketiga Indonesia dan ibu negara. Kisah tentang Habibie dan Ainun.
Rudy Habibie seorang jenius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar: berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas yang dengan jalur karir terbuka lebar untuknya.
Pada tahun 1962, dua kawan SMP ini bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta seketika pada Ainun yang baginya semanis gula. Tapi Ainun, dia tak hanya jatuh cinta, dia iman pada visi dan mimpi Habibie. Mereka menikah dan terbang ke Jerman.
Punya mimpi tak akan pernah mudah. Habibie dan Ainun tahu itu. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kekuasaan saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu.
Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas. Kemudian pada satu titik, dua belahan jiwa ini tersadar; Apakah cinta mereka akan bisa terus abadi?



KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Kelebihan:
Secara umum, "Habibie & Ainun" besutan sutradara Faozan Rizal serta dibintangi Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari berhasil mengaduk emosi penonton, khususnya menjelang bagian akhir film.  Aransemen musiknya juga memperkuat atmosfer film.  Penggunaan footage rekaman asli di beberapa bagian film seolah mengingatkan kembali sejarah kita sebagai bangsa Indonesia dan betapa Habibie menjadi bagian dari sejarah Indonesia.
HABIBIE & AINUN mengisahkan perjalanan pak Habibie ketika dirinya masih kecil hingga bertemu dengan cinta sejatinya, mendiang ibu Hasri Ainun. Selain perjalanan cinta mereka, kita juga akan dihadapkan pada intrik politik dan cikal bakal mimpi dari pemilik nama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie ini.
Sangat riskan sebenarnya mengadaptasi sebuah kisah nyata. Terlebih jika setting-nya berada di masa lampau. Namun Faozan Rizal sebagai sutradara dan tim kreatif berhasil menggambarkan nuansa jaman dulu dengan begitu apik dan detail dari segi kostum hingga properti.
Tak lupa setting Jerman meski penempatannya digunakan seperlunya. Serta munculnya footage penerbangan perdana N-250 Gatot Kaca yang dihadiri pak Soaharto dan ibu Tien, hingga tragedi Mei 1998 yang membuat film ini semakin believable.
Dalam urusan akting, dua jempol diberikan untuk Reza Rahadian yang benar-benar total. Lewat film ini, Reza berhasil buktikan kapasitasnya. Dia mampu bertindak sebagaimana sosok Habibie asli, dari gestur hingga cara berbicara.

Kekurangan:
Bunga Citra Lestari yang diplot sebagai Ainun terlihat kurang kuat untuk mengimbangi Reza. Meski begitu, akting wanita yang debut layar lebar lewat CINTA PERTAMA ini tak bisa dibilang buruk. Karena di beberapa bagian Bunga mampu tampil menawan.
Untuk urusan naskah sebenarnya cukup bernas, pun dengan dialog yang dipakai. Ginatri S Noer dan partner, Ifan Adriansyah Ismail, cukup ulet memaparkan guratan kisah pak Habibie walau di beberapa bagian terasa dragging dan tak fokus.

Saya sedikit kecewa dengan penampilan Habibie dan Ainun yang tetap awet muda meski pernikahan mereka sudah berjalan hampir setengah abad lamanya (yang menurut hitungan sederhana saya berarti usia mereka sudah ada di kisaran 68 tahun).  Sulit rasanya membayangkan manusia berusia 70 tahun dengan fisik layaknya 40 tahun.  Entahlah, ini mungkin hanya karena Habibie adalah tokoh yang sudah dikenal luas oleh masyarakat sehingga penonton mengharapkan adanya kemiripan fisik antara Habibie versi film dengan Habibie yang sebenarnya.  Tio Pakusadewo yang hadir sekilas memerankan sosok pak Harto juga kurang pas gesture-nya, menurut saya hanya rambut belakangnya saja yang mirip.

Review Produk : AIRSPUN LOOSE FACE POWDER



Review Produk 

AIRSPUN LOOSE FACE POWDER



Airspun Loose Face Powder ini merupakan bedak tabur yang memiliki kualitas yang sangat baik. Kemasan berbentuk jar dari plastik, desainnya classic vintage dan ukuran kemasannya sangat besar. Menurut review orang-orang, Coty Air Spun ini juga sangat melegenda karena awal tahun produksinya sejak 1935.
Di bagian bawah kemasan terdapat keterangan mengenai produk, shade translucent dan beratnya 65 g. Coty Airspun mengklaim bahwa bedak ini ultra smooth, menutupi garis, kerutan dan noda di wajah, long lasting dan telah teruji secara dermatologis.

Bahan-bahan/ komposisi :
Talc, Calcium Silicate, Isopropyl Palmate, Cetyl Acetate, Zinc Stearate, Fragrance, Stearyl Acetate, Imidazolidinyl Urea, Mthylparaben, Acetylated Lanolin, Alcohol, Oleyl Acetat, Propylparaben. 

Butiran bedaknya memiliki tekstur yang sangat halus dan memberikan hasilnya matte di wajah menjadikan produk ini menjadi salah satu produk favorite wanita. Untuk wanginya beberapa orang bilang bahwa bedak ini memiliki "old lady smell".

Manfaat :
·         Memberikan hasil wajah dan makeup yang smooth
·         Membuat wajah terlihat flawless
·         Menjaga makeup lebih tahan lama
·         Cocok untuk kulit wajah yang oily & acne prone
·         Ringan di wajah
·         Dapat menyerap minyak berlebih
·         Membuat kulit wajah menjadi lembut
·         Menyamarkan bekas dari acne-acne

Kelebihan :
+ Harga sangat terjangkau untuk jangka waktu yang lama
+ Isi banyak
+ Cocok di kulitku yang oily & acne prone
+ Tidak cakey & oxy
+ Tahan lama diwajah
+ Ringan di wajah
+ Butirannya lembut


Kekurangan :
- Kemasan yang kurang simple untuk dibawa kemana-mana
- Puff nya useless, terlalu besar dan kurang lembut jadi lebih disarankan menggunakan brush

Daftar Harga :

AIRSPUN LOOSE FACE POWDER Rp. 135.000
you should try this product!!!:))))))

Rabu, 22 Juni 2016

AYO JADI ENTERPRENEUR! By IKA FIKOM & BANK INDONESIA Empowering Campus.

AYO JADI ENTERPRENEUR! By IKA FIKOM & BANK INDONESIA Empowering Campus.
Pembicara :
Ø  Andiwiana Septonarwanto, Deputi Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia.
Ø  Ahmad Reza, Vice Presiden Coorporate Communications Bank Mandiri.
Ø  Yogi Tyandaru, Owner & CEO Group Fajar.
Ø  Jaya Setiabudhi, Founder YEA (Young Enterpreneurs Academy). Penulis Best Seller “The Power of Kepepet” “Kitab Anti Bangkrut”
Pada hari Kamis, 28 April 2016 telah diadakan seminar yang bertajuk AYO JADI ENTERPRENEUR! By IKA FIKOM & BANK INDONESIA Empowering Campus. Dalam seminar ini dijelaskan mengenai banyak hal oleh para pembicara. Seperti yang kita ketahui, untuk membangun sebuah usaha, hampir setiap orangnya akan membaca kisah-kisah jatuh bangun para pengusaha yang sukses untuk dijadikan sebuah pembelajaran sebelum melakukan usaha tersebut. Untuk mencapai sebuah kesuksesan tersebut, kita harus berdoa dan berusaha sekeras mungkin dengan semangat pantang menyerah untuk mengantarkan kita ke gerbang pintu kesuksesan. Jika kita gagal dalam melakukan usaha, maka kita jangan menyerah karena kegagalan dan kesuksesan adalah sebuah paket yang takterpisahkan. Jika kita gagal maka kita akan mencoba lagi dan mempelajari dimana letak kesalahan untuk dijadikan sebuah pelajaran kedepannya. “Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda” kata-kata ini sering kita dengar dan sebenarnya dapat kita jadikan sebagai acuan bahwa sesering apapun kita gagal kita harus ingat bahwa ada keberhasilan yang harus kita kejar. Ketika sebuah keberhasilan itu kita dapatkan maka dengan otomatis akan menutup rasa kecewa karena kegagalan yang pernah dihadapi.


Dalam seminar ini ada penjelasan dari Jaya Setiabudi sebagai seorang pengusaha sukses di Indonesia yang mengatakan untuk hal jatuh bangun adalah ‘makanan’ Jaya Setiabudhi dalam menjalankan usaha-usahanya tersebut. Disamping itu Jaya Setiabudhi mengatakan bahwa dalam hidupnya tidak ada kamus ‘menyerah’ untuk melakukan apa yang ingin beliau lakukan sampai mencapai kesuksesan. Usaha yang dimulai dari modal seadanya dan berkendaraan ojek, akhirnya menjadikan sebuah grup perusahaan yang bernama Momentum Group, dengan bidang usaha: otomatisasi industry, mechanical & electrical, pemasok bahan makanan, konstruksi, pelatihan bisnis, dan web Yukbisnis.com.
Sedikitnya lahan pekerjaan membuat peluang perusahaan untuk membuka lapangan pekerjaan semakin sulit, maka tingkat pengangguran yang ada pun semakin meningkat. Hal ini membuat para pengusaha-pengusaha muda untuk membuat ide-ide kreatif demi membantu menurunkan tingkat pengangguran yang ada. Salah satu pengusaha muda tersebut adalah Jaya Setiabudhi sebagai founder dari Yukbisnis.com yang sekaligus menjadi penulis buku best seller “The Power of Kepepet” dan “Kitab Anti Bangkrut”.

Pelajaran yang kita dapat dari seminar ini, jika memang kita berminat dan serius untuk menjadi seorang pengusaha, maka inilah saatnya. Pertama, karena selama 16 tahun ke depan akan banyak peluang yang bakal terbuka lebar dan menanti penggarapan ide-ide kreatif para calon pengusaha baru. Faktor utama karena periode sekarang hingga beberapa tahun ke depan adalah tahun milik anak muda, mengingat sekarang kita berada pada dekade “Bonus Demografi”. Kedua, masuknya era kawasan perdagangan bebas Asean pada tahun 2015, hakekatnya ini bukan ancaman melainkan sebagai peluang, karena adanya AFTA ini maka penetrasi pasar akan semakin luas yang pada awalnya segmentasi pasar hanya di negara kita sendiri di Indonesia, nantinya produk kita bebas dipasarkan hingga ke luar negeri. Pada intinya, dari seminar ini mengajak mahasiswa maupun mahasiswi untuk menjadi pengusaha dimulai sejak dini karena saat ini untuk menjadi pengusaha muda memiliki peluang yang bagus jika digeluti secara serius dan sungguh-sungguh , karena jika tidak sekarang, mau kapan lagi?  

“Ubahlah Pikiran Anda & Hidup Anda Akan Berubah” by TRANSVISION on The Job Training Program “BE A PART OF OUR FAMILY”

Seminar & Campus Hiring “Ubahlah Pikiran Anda & Hidup Anda Akan Berubah” by TRANSVISION on The Job Training Program “BE A PART OF OUR FAMILY”
Pembicara Dedy Budiman M.Pd as The Champion Sales Trainer


Pada hari Senin, tanggal 11 April 2016, CT Corp mengadakan seminar di Universitas Islam Bandung. Dalam seminar ini pihak Transvision memberikan bertujuan untuk memberikan beberapa pengetahuan kepada mahasiswa dan mahasiswi di Universitas Islam Bandung. Seminar ini memberikan pengetahuan mengenai perusahaan TRANSVISION yang merupakan anak perusahaan dari CT CROP, dunia marketing dan sales.
Awal pembahasan yang diberikan oleh TRANSVISION yaitu mengenai awal mula diadakannya perusahaan ini. Pada awal mulanya dibentuk TRANSVISION yaitu kerja sama antara TRANS dengan TELKOMVISION. Pertama yang kita tahu bahwa TRANS itu merupakan saluran televisi yang kita dapatkan secara geratis dan tidak berbayar. Kemudian saat ini kita mengetahui bahwa TRANSVISION adalah layanan telefisi kabel yang berbayar.
Dalam seminar ini pembicaranya adalah Dedy Budiman M.Pd. selaku The Champion Sales Trainer. Sesuai dengan tema seminar yang bertajuk “Ubahlah Pikiran Anda & Hidup Anda Akan Berubah” ini, CT CROP mencoba untuk merubah pola pikir para peserta seminar untuk merubah hidupnya. Disamping itu Pa Dedy pun menjelaskan secara singkat mengenai marketing dan sales. Beliau juga menjelaskan bahwa sebenarnya diseluruh bagian yang ada di dunia ini membutuhkan yang namanya “sales” bahkan setiap negara pun membutuhkan “sales” untuk memajukan negaranya. Tidak terbayang jika sebuah negara tidak membutuhkan “sales” maka besar kemungkinan negara tersebut tidak akan maju. Dilihat dari beberapa tampilan yang dijelaskan saat seminar mengatakan bahwa di Indonesia sendiri pun sangat membutuhkan yang namanya “sales”, bahkan mantan presiden Indonesia yang ke-6 pun menyebutkan bahwa dirinya adalah seorang “sales”.

Kesimpulannya adalah marketing maupun sales bukanlah pekerjaan yang yang rendah dan bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun jika pekerjaan ini dilakukan serius dengan sungguh-sungguh maka akan ada keberhasilan dalam hidup. Salah satu contohnya adalah kesuksesan yang dicapai oleh Chairul Tanjung, itu juga berawal dari berjualan dan menjadi sales man. Maka menjadi seorang sales man juga adalah hal yang menjajikan jika dilakukan dengan serius dan sungguh-gungguh. Di akhir acara, Pa Dedy pun mengajak seluruh peserta untuk bergabung bersama CT CORP dalam membangun program terbarunya yaitu “TRANSVISION” yang sudah dijelaskan di awal acara seminar, yaitu untuk menjadi seorang sales yang dapat merubah hidupnya dimasa yang akan datang.